Membangun Kepemilikan & Kemandirian Masyarakat

Dua (2) tantangan utama yang secara konsisten harus selalu dijawab oleh Program NEGERI MANDIRI adalah:
Membangun Industri-Industri Unggulan yang dimiliki & dikelola oleh masyarakat, khususnya di industri-industri hulu (upstream), dengan model, pendekatan & metodologi pembangunan usaha yang kompetitif yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat & lingkungannya. Dalam proses pembangunan industri-industri unggulan tersebut masyarakat tidak harus mengorbankan lahan usahanya, hak ulayatnya serta masa depan kehidupannya kepada investor, tetapi justru dapat mentransformasi kekayaan alamnya menjadi mesin perekonomian wilayahnya;
Membangun Industri-Industri Unggulan Berbasis Masyarakat yang secara bersamaan juga memberikan peluang bagi terbangunnya sektor-sektor pendukung lainnya seperti Sektor Swasta/BUMN, Sektor Asuransi, Keuangan & Perbankan sampai dengan Sektor Energi. Setiap Industri Unggulan yang terbangun harus dapat menciptakan Trickling Down Effect bagi pembangunan & peningkatan profitabilitas dari setiap stakeholders yang berperan di dalamnya
Menghadirkan Industri untuk Membangun Industri Dalam Rangka Pembangunan Daya Saing Unggulan
Kenapa kita butuh Industri yang Dapat Membangun Industri?
Karena pada dasarnya kondisi geografis wilayah kepulauan seperti Maluku menuntut terbangunnya industri-industri berskala ekonomis di setiap bagian wilayah, apa itu di tingkat kecamatan, kabupaten ataupun di tingkat kumpulan/ gabungan dari berbagai wilayah tersebut. Dengan demikian, pendekatan pembangunan industri di Maluku tidak bisa bersifat sentralistis tetapi harus lebih mengarah kepada pendekatan desentralistis dengan pendekatan Klaster Industri.
Dengan demikian, yang harus menjadi target utama Wilayah Kepulauan seperti Maluku adalah menghadirkan suatu Industri yang dapat membangun & menumbuh-kembangkan industri-industri yang berbasis masyarakat serta yang dapat memanfaatkan komoditas-komoditas berbasis alam daerah tersebut untuk menjadi motor pembangunan kesejahteraan masyarakat.
Lingkaran Relasional di samping ini menggambarkan hubungan antara Pembangunan Ekonomi & Pembangunan Industri serta ketergantungan antara keduanya.
TOTAL INNOVATION CHAIN Sebagai Salah Satu Kunci Keberhasilan Pembangunan Daya Saing Unggulan

Dalam era global saat ini, ketersediaan informasi yang akurat dan tepat waktu merupakan kunci keberhasilan dari setiap proses pengambilan keputusan.
Dalam Program NEGERI MANDIRI, Information Supply Chain merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Physical Supply Chain dan Financial Supply Chain.
Program NEGERI MANDIRI memiliki Information Supply Chain yang didukung oleh komponen-komponen sebagai berikut:
Electronic Commerce (e-Commerce) System: yang mencakup sistem perdagangan & penjualan, sistem pembayaran, sistem pemesanan barang (Order Management), sistem pengadaan barang (Procurement Management) dan sistem Informasi Produk & Jasa (Inquiry System).
Supply Chain Management System: teknologi informasi memainkan peran penting dalam keberhasilan suatu industri. Program NEGERI MANDIRI mengandalkan teknologi informasi untuk menghubungkan setiap stakeholder terkait di dalam Rantai Persediaan. Sistem Manajemen Rantai Persediaan (Supply Chain Management System) merupakan salah satu tulang punggung keberhasilan operasional program. Model yang diterapkan bersifat horizontal, memberikan pelayanan informasi logistik intra-usaha di dalam klaster industri yang mencakup informasi persediaan, informasi transportasi, informasi pergudangan, informasi jaringan supplier dan lain sebagainya. Informasi dapat disajikan melalui dua jenis teknologi yaitu teknologi Electronic Delivery Channel maupun teknologi Enterprise Resource Planning dengan menggunakan Open Source Platform.
Inovasi yang Berkelanjutan menjadi kunci utama dalam mempertahankan Daya Saing Unggulan Berkelanjutan Klaster Industri Berbasis Masyarakat. Baik itu dari aspek proses, kapasitas & kompetensi setiap pelaku klaster maupun dari aspek teknologi.