Klaster Industri Berbasis Masyarakat NEGERI MANDIRI dibangun dengan methodologi
sebagai berikut:

Langkah pertama dalam Tahap Identifikasi adalah Proses Inventarisir Potensi, yang dilakukan di dua domain yaitu domain internal dan domain eksternal.
Domain Internal berfokus pada potensi-potensi yang ada di dalam wilayah kepulauan/ daerah yang dapat dikembangkan menjadi suatu industri yang memiliki daya saing unggulan berkelanjutan.
Domain Eksternal berfokus pada potensi-potensi yang ada di luar wilayah kepulauan/ daerah yang dapat dikerjasamakan secara efektif dan efisien dalam proses pembangunan industri-industri yang ditargetkan.
Hasil proses Inventarisir Potensi tersebut kemudian dapat ditindaklanjuti ke tahap Definisi dimana dilakukan definisi jenis-jenis stakeholder yang akan berperan ke dalam pembangunan klaster industri serta definisi jenis kerjasama usaha apa saja yang akan dilakukan dalam konteks Strategic Sourcing dengan menggunakan mekanisme Collaborative Network.
Setelah melalui langkah Inventarisir Potensi, langkah berikutnya yang harus dilakukan dalam membangun suatu Klaster Industri adalah mengidentifikasi jenis-jenis industri yang akan dibangun. Proses identifikasi industri bisa dilakukan dengan cara penunjukan/ penentuan langsung oleh pihak-pihak yang berwenang di dalam mementukan industri apa saja yang harus dibangun di dalam suatu wilayah atau melalui berbagai metode analisa yang umum berlaku seperti analisa SWOT, analisa Growth/Share Matrix, analisa Balanced Scorecard, Porter’s Five Forces Model dan lain sebagainya.
Dalam Program NEGERI MANDIRI, industri-industri unggulan yang akan dibangun sebaiknya telah terlebih dahulu disepakati & ditentukan bersama dengan Pemerintah Daerah setempat melalui mekanisme yang berlaku di dalam proses kerjasama intra-lembaga.
Proses identifikasi Wilayah target industri dilakukan dengan mengacu pada konsep pembagian wilayah yang berlaku di provinsi Maluku seperti Konsep Gugus Pulau.
Tahap Analisa terdiri dari beberapa besaran proses, yaitu:
Analisa Rantai Nilai Industri (Industry Value Chain Analysis)
Analisa Supply Chain (Supply Chain Analysis) yang terdiri dari Physical Supply Chain, Financial Supply Chain & Information Supply Chain
Analisa Jaringan Sosial (Social Network Analysis), sudah menjadi proses yang tidak terpisahkan dari Analisa Rantai Nilai Industri, tepatnya merupakan bagian dari Rantai Proses Pendukung
Analisa SWOT & Balanced Scorecard (BSC)
Tahapan-tahapan di atas dibahas secara terperinci mulai dari Bab 6, Bab 10 sampai dengan Bab 14 di dalam dokumen Blueprint
Tahap Definisi menindaklanjuti Tahap Identifikasi & Analisa dimana sebagian besar dari pekerjaan tersebut telah dilakukan oleh Pemerintah Maluku (bersama mitra-mitra strategisnya) seperti Identifikasi Wilayah Klaster, Identifikasi Jenis Industri dan Inventarisir Potensi.
Yang paling penting dalam Tahapan ini adalah proses pendefinisian Business Model (Bab 5) serta Pendefinisian Stakeholder Klaster Industri Berbasis Masyarakat (Bab 9) di dalam dokumen Blueprint.
Tahap Bangun menggambarkan bagaimana proses pembangunan Jaringan Kolaborasi (Bab 11) dapat dibangun dengan mengandalkan pendekatan Strategic Sourcing (Bab 10). Selanjutnya, Tahap Bangun juga menggambarkan proses pembangunan Kelompok Kerja yang dalam konteks Program NEGERI MANDIRI dikenal dengan nama Institusi Kolaborasi (Bab 6). Pembangunan Kerangka Manajemen Strategi juga merupakan bagian dari tahapan ini. Hal tersebut dibahas pada Bab 12 di dalam dokumen Blueprint.
Bagian “Implementasi Strategi” menjabarkan secara rinci proses implementasi Strategic Initiatives yang telah terbangun dengan menggunakan pendekatan & metodologi Program Management Office dan Project Management.
Secara umum, komponen Implementasi Strategi terdiri dari:
![]() |
|