Metodologi Pembangunan Klaster Industri Berbasis Masyarakat

 


Klaster Industri Berbasis Masyarakat NEGERI MANDIRI dibangun dengan methodologi sebagai berikut:
 

Tahap Identifikasi

1. Inventarisir Potensi

Langkah pertama dalam Tahap Identifikasi adalah Proses Inventarisir Potensi, yang dilakukan di dua domain yaitu domain internal dan domain eksternal.

Hasil proses Inventarisir Potensi tersebut kemudian dapat ditindaklanjuti ke tahap Definisi dimana dilakukan definisi jenis-jenis stakeholder yang akan berperan ke dalam pembangunan klaster industri serta definisi jenis kerjasama usaha apa saja yang akan dilakukan dalam konteks Strategic Sourcing dengan menggunakan mekanisme Collaborative Network.

2. Identifikasi Industri

Setelah melalui langkah Inventarisir Potensi, langkah  berikutnya yang harus dilakukan dalam membangun suatu Klaster Industri adalah mengidentifikasi jenis-jenis industri yang akan dibangun. Proses identifikasi industri bisa dilakukan dengan cara penunjukan/ penentuan langsung oleh pihak-pihak yang berwenang di dalam mementukan industri apa saja yang harus dibangun di dalam suatu wilayah atau melalui berbagai metode analisa yang umum berlaku seperti analisa SWOT, analisa Growth/Share Matrix, analisa Balanced Scorecard, Porter’s Five Forces Model dan lain sebagainya.

Dalam Program NEGERI MANDIRI, industri-industri unggulan yang akan dibangun sebaiknya telah terlebih dahulu disepakati & ditentukan bersama dengan Pemerintah Daerah setempat melalui mekanisme yang berlaku di dalam proses kerjasama intra-lembaga.

3. Identifikasi Wilayah

Proses identifikasi Wilayah target industri dilakukan dengan mengacu pada konsep pembagian wilayah yang berlaku di provinsi Maluku seperti Konsep Gugus Pulau.


Tahap Analisa

Tahap Analisa terdiri dari beberapa besaran proses, yaitu:

Tahapan-tahapan di atas dibahas secara terperinci mulai dari Bab 6, Bab 10 sampai dengan Bab 14 di dalam dokumen Blueprint


Tahap Definisi

Tahap Definisi menindaklanjuti Tahap Identifikasi & Analisa dimana sebagian besar dari pekerjaan tersebut telah dilakukan oleh Pemerintah Maluku (bersama mitra-mitra strategisnya) seperti Identifikasi Wilayah Klaster, Identifikasi Jenis Industri dan Inventarisir Potensi.

Yang paling penting dalam Tahapan ini adalah proses pendefinisian Business Model  (Bab 5) serta Pendefinisian Stakeholder Klaster Industri Berbasis Masyarakat (Bab 9) di dalam dokumen Blueprint.

Tahap Bangun

Tahap Bangun menggambarkan bagaimana proses pembangunan Jaringan Kolaborasi (Bab 11) dapat dibangun dengan mengandalkan pendekatan Strategic Sourcing (Bab 10).  Selanjutnya, Tahap Bangun juga menggambarkan proses pembangunan Kelompok Kerja yang dalam konteks Program NEGERI MANDIRI dikenal dengan nama Institusi Kolaborasi (Bab 6). Pembangunan Kerangka Manajemen Strategi juga merupakan bagian dari tahapan ini. Hal tersebut dibahas pada Bab 12 di dalam dokumen Blueprint.

Tahap Implementasi

Bagian “Implementasi Strategi” menjabarkan secara rinci proses implementasi Strategic Initiatives yang telah terbangun dengan menggunakan pendekatan & metodologi Program Management Office dan Project Management.

Secara umum, komponen Implementasi Strategi terdiri dari:

  • Penentuan Prioritas Inisiatif

  • Pembangunan Struktur Organisasi untuk melaksanakan Inisiatif

  • Pembangunan Jaringan Kolaborasi Pendukung Inisiatif

  • Pembentukan Kultur Inisiatif

  • Penentuan Tugas & Tanggung Jawab dari setiap anggota Program/ Project Team

  • Pembangunan & Penerapan Proses-Proses Manajemen Inisiatif