MODEL PEMBANGUNAN DAYA SAING UNGGULAN

Pembangunan Daya Saing Unggulan harus dimulai dengan terlebih dahulu menentuk fokus strategis dari program pembangunan itu sendiri.
Dalam konteks Program NEGERI MANDIRI, fokus strategisnya adalah Kelompok Usaha Masyarakat (dalam skala massal) yang ditargetkan untuk dapat dibangun Daya Saing Unggulannya. Dengan demikian setiap stakeholders pembangunan yang terkait diarahkan fokus usahanya untuk mendukung pembangunan Daya Saing Unggulan Kelompok Usaha Masyarakat di dalam suatu industri.
Peran & Fungsi kolaborasi lintas sektor tersebut dilaksanakan oleh suatu Institusi Kolaborasi. Institusi ini jugalah yang membangun mekanisme integrasi lintas sektor serta standar-standar kebijakan, proses dan prosedur yang mengatur kerjasama antar sektor terkait.
Dengan membangun Daya Saing Unggulan Kelompok Usaha Masyarakat supaya bisa bersaing di pasar (nasional, regional & global), maka secara otomatis setiap sektor yang terlibat di dalamnya terbangun juga Daya Saing Unggulannya masing-masing.
Terbangunnya suatu Industri Berbasis Usaha Masyarakat dalam skala massal yang memiliki Daya Saing Unggulan Berkelanjutan merupakan sasaran strategis dari Program NEGERI MANDIRI. Pendekatan Pembangunan yang digunakan adalah Pendekatan Klaster Industri Berbasis Masyarakat.

Proses Pembangunan Daya Saing Unggulan Berkelanjutan dilakukan dengan cara menciptakan Kewirausahaan Dalam Skala Massal. Melalui Kewirausahaan Dalam Skala Massal di tingkat masyarakat kemudian dikerjasamakan dengan Aliansi Strategis/ Jaringan Kolaborasi yang dibangun untuk mendukung usaha-usaha berbasis masyarakat tersebut dalam suatu Klaster Industri Berbasis Masyarakat.
Klaster Industri Berbasis Masyarakat yang dibangun di dalam Program NEGERI MANDIRI tidak hanya bertujuan untuk Membangun Daya Saing Unggulan Berkelanjutan, tetapi pada saat bersamaan juga membangun Jaringan Ketahanan Sosial.
Jaringan Ketahanan Sosial yang dibangun diharapkan dapat meredam potensi melonjaknya perilaku konsumtif masyarakat sebagai akibat langsung dari peningkatan pendapatan yang signifikan. Oleh karena itu peran & fungsi stakeholders pembangunan terkait seperti Asuransi, Keuangan & Perbankan, Lembaga Agama/LSM/Ormas/OKP sangat diperlukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mempersiapkan masa depan mereka yang lebih baik. Masyarakat harus dapat dilatih untuk menabung, berinvestasi serta berpartisipasi/ berkontribusi dalam proses pembangunan negeri-nya masing-masing.
Dalam Program NEGERI MANDIRI, Program Pembangunan Jaringan Ketahanan Sosial merupakan bagian yang terintegrasi penuh dengan program pembangunan ekonomi masyarakat. Program Jaringan Ketahanan Sosial memberikan kontribusi langsung kepada pendapatan lembaga agama setingkat desa, pemerintah desa, pemerintah kabupaten sampai dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat, melalui mekanisme retribusi maupun pajak.
