Program
NEGERI MANDIRI dibangun dengan pertama kali memahami Visi, Misi, Core Values
serta Business Model yang merupakan latar belakang dan faktor-faktor
kunci & faktor-faktor pendorong program.
Kerangka Manajemen Strategi Program NEGERI MANDIRI dibangun melalui proses Strategy Development & Planning yang pada akhirnya harus dapat menghasilkan Strategic Plan yang kemudian diterjemahkan ke dalam Operating Plan.
Langkah pertama yang harus dilakukan dalam proses Strategy Development & Planning adalah penentuan jenis-jenis industri yang sesuai dengan kapasitas dan kompetensi wilayah kepulauan dan yang memiliki daya serap pasar yang tinggi, konsisten dan berkelanjutan. Di lain pihak, industri yang dipilih harus dapat memiliki Value Proposition, baik di tingkat industri maupun di tingkat masing-masing jenis usaha yang tergabung di dalam Klaster Industri tersebut.
Penentuan jenis industri tersebut dilakukan melalui proses Analisa Strategis dengan menggunakan metode Balanced Scorecard yang dipadukan dengan analisa SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities & Threats).
Strategy Development & Planning dimulai dengan proses Analisa Strategis. Di dalam Program NEGERI MANDIRI, proses Analisa Strategis dilakukan dengan cara melakukan analisa SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) yang disusun berdasarkan empat (4) perspektif metode Balanced Scorecard (BSC) yaitu persepektif Keuangan (Financial), perspektif Pelanggan (Customer), perspektif Proses Internal (Internal Process) dan perspektif Pembelajaran & Pertumbuhan (Learning & Growth).
Menentukan Value Proposition Program
NEGERI MANDIRI
Setiap usaha maupun industri harus memiliki Value Proposition yang merupakan nilai jual usaha/ industri tersebut yang digunakan sebagai ‘pemikat’ dalam menjaring potensi mitra-mitra strategis.
Value Proposition tersebut harus dapat menjelaskan faktor-faktor pembeda (differentiating factors) apa saja yang dapat memposisikan usaha/ industri tersebut di atas usaha/ industri sejenis yang ada di pasar sehingga menjadikannya sangat menarik untuk dijalani oleh setiap potensi mitra-mitra strategis yang ingin dijaring.
Dalam konteks Program NEGERI MANDIRI, Value Proposition harus dapat dibangun di dua tingkatan yaitu tingkat Program dan tingkat Business Unit, yaitu jenis-jenis usaha yang tergabung di dalam Program NEGERI MANDIRI.
Keempat kerangka persepktif Balanced Scorecard harus dapat diterjemahkan ke dalam strategi usaha yang dapat menjawab kebutuhan pembangunan Value Proposition Program NEGERI MANDIRI, yaitu:
|
Perspektif Keuangan (Financial) |
Kinerja keuangan seperti apa yang diharapkan oleh setiap stakeholder yang tergabung di dalam Program NEGERI MANDIRI? Setiap usaha yang ada di dalam Program NEGERI MANDIRI harus dapat meraih keuntungannya masing-masing. Keuntungan tersebut harus berada di atas tingkat rata-rata keuntungan yang dihasilkan oleh usaha sejenis di luar Program NEGERI MANDIRI. Secara kolektif, keuntungan yang dihasilkan oleh Program NEGERI MANDIRI harus berada di atas rata-rata industri sejenis. |
|
Perspektif Pelanggan (Customer) |
Untuk mencapai sasaran/ target keuangan, bagaimana caranya Program NEGERI MANDIRI dapat menciptakan nilai tambah bagi setiap pelanggannya? |
|
Perspektif Proses Internal (Internal Process) |
Proses kerja seperti apa yang harus diterapkan di dalam Program untuk memuaskan setiap Pelanggan dan Stakeholder yang ada di dalam Program NEGERI MANDIRI? |
|
Perspektif Lingkungan Hidup (Bisa digabung ke dalam Perspektif Proses, khususnya dalam aspek Kebijakan & Prosedure) |
Bagaimana industri yang dibangun bukan saja memberikan dampak positif pada peningkatan ekonomi masyarakat, tetapi lebih dari itu berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Termasuk di dalamnya adalah aspek lingkungan hidup: pelestarian alam, pembangunan jaringan ketahanan sosial dan pelestarian budaya & kearifan lokal. |
|
Perspektif Pembelajaran & Pertumbuhan (Learning & Growth) |
Bagaimana Program NEGERI MANDIRI dapat memanfaatkan kekayaan Sumber Daya Manusianya, Budayanya (dan kearifan lokalnya) serta keunikan sistem/ model usahanya (Business Model) semaksimal mungkin untuk secara berkelanjutan memperbaiki kinerja usahanya sehingga dapat secara konsisten mempertahankan daya saing unggulan berkelanjutannya? |